Kebijakan Diskusi Pascapublikasi (Post-Publication Discussion)
1. Tujuan dan Ruang Lingkup
JUMANSI: Jurnal Manajemen dan Akuntasi mendukung diskusi ilmiah yang terbuka, kritis, objektif, dan bertanggung jawab terhadap artikel yang telah diterbitkan. Kebijakan ini bertujuan menjaga kualitas publikasi, mendorong pengembangan pengetahuan, serta memungkinkan peninjauan kembali terhadap temuan, interpretasi, metode, dan kesimpulan penelitian setelah publikasi.
Diskusi pascapublikasi dapat mencakup penelitian dalam bidang manajemen, akuntansi, bisnis, keuangan, kewirausahaan, tata kelola perusahaan, audit, perpajakan, dan bidang terkait lainnya.
2. Bentuk Diskusi Pascapublikasi
JUMANSI menerima masukan ilmiah berupa:
-
Kritik metodologis terhadap desain penelitian, pemilihan sampel, instrumen, dan teknik analisis data.
-
Tanggapan terhadap interpretasi hasil penelitian, kesimpulan, serta implikasi teoretis dan praktis.
-
Klarifikasi mengenai penggunaan data, model statistik, perhitungan akuntansi, atau prosedur analisis.
-
Temuan mengenai ketidaksesuaian data, kesalahan perhitungan, atau persoalan reproduktibilitas hasil penelitian.
-
Tanggapan akademik dari penulis terhadap kritik atau pertanyaan yang diajukan pembaca.
Diskusi harus didasarkan pada argumentasi ilmiah dan bukti yang dapat diperiksa, bukan serangan pribadi atau kepentingan yang tidak relevan.
3. Mekanisme Pengajuan
Pembaca, peneliti, praktisi, atau pihak berkepentingan dapat menyampaikan tanggapan kepada editor melalui saluran komunikasi resmi jurnal.
Pengajuan sekurang-kurangnya mencantumkan identitas pengirim, judul dan DOI atau tautan artikel yang dibahas, uraian persoalan, serta bukti atau referensi pendukung.
Redaksi dapat meminta informasi tambahan untuk memastikan kejelasan dan relevansi substansi diskusi.
4. Evaluasi Editorial
Setiap tanggapan diperiksa oleh editor untuk menilai relevansi, ketepatan argumentasi, kecukupan bukti, serta kepatuhan terhadap etika komunikasi akademik.
Apabila diperlukan, editor dapat meminta penilaian dari anggota dewan editorial atau penelaah independen.
Redaksi berhak menolak tanggapan yang mengandung tuduhan tanpa bukti, informasi rahasia yang tidak berwenang diungkapkan, penghinaan, atau materi yang tidak relevan dengan substansi artikel.
5. Hak Tanggapan Penulis
Penulis artikel yang menjadi objek diskusi diberikan kesempatan yang wajar untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan ilmiah.
Apabila diskusi dinilai memiliki kontribusi akademik yang penting, redaksi dapat mempertimbangkan penerbitannya dalam bentuk surat kepada editor, komentar ilmiah, atau tanggapan penulis, sesuai mekanisme editorial yang tersedia.
6. Hubungan dengan Koreksi dan Pelanggaran Etika
Apabila diskusi mengungkap kesalahan substantif yang memengaruhi validitas temuan, editor dapat memulai proses koreksi, penerbitan pernyataan keprihatinan, atau penarikan artikel.
Apabila terdapat dugaan fabrikasi data, falsifikasi, plagiarisme, manipulasi sitasi, atau pelanggaran etika lainnya, penanganannya dilakukan berdasarkan kebijakan Allegations of Research Misconduct.
7. Kerahasiaan dan Keputusan Editorial
Identitas dan informasi sensitif yang diterima selama pemeriksaan akan dikelola secara hati-hati. Redaksi berupaya memberikan penanganan yang adil bagi seluruh pihak.
Keputusan untuk menerbitkan tanggapan, meminta klarifikasi, atau mengambil tindakan editorial merupakan kewenangan redaksi berdasarkan evaluasi terhadap bukti yang tersedia.
JUMANSI menjadikan prinsip-prinsip etika publikasi yang dikembangkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE) sebagai rujukan dalam menangani diskusi pascapublikasi.