Kebijakan Deklarasi Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence Declaration Policy)

1. Tujuan dan Ruang Lingkup

JUMANSI: Jurnal Manajemen dan Akuntasi mengakui bahwa teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), termasuk AI generatif dan model bahasa berskala besar (Large Language Models/LLM), dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah.

Penggunaan AI harus dilaksanakan secara transparan, bertanggung jawab, dan tidak mengurangi integritas akademik, orisinalitas penelitian, maupun tanggung jawab penulis terhadap keseluruhan isi naskah.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh penulis yang mengirimkan naskah dalam bidang manajemen, akuntansi, bisnis, ekonomi, keuangan, audit, perpajakan, kewirausahaan, dan bidang terkait lainnya.

2. Penggunaan AI yang Diperbolehkan

Penulis dapat menggunakan teknologi AI sebagai alat bantu dalam kegiatan berikut:

  1. Memperbaiki tata bahasa, ejaan, struktur kalimat, dan keterbacaan naskah.

  2. Membantu penerjemahan atau penyuntingan bahasa akademik.

  3. Membantu penyusunan kerangka tulisan dan pengorganisasian gagasan.

  4. Mendukung penulisan kode pemrograman atau penyusunan skrip analisis data.

  5. Membantu eksplorasi literatur, sepanjang seluruh referensi diperiksa kembali melalui sumber aslinya.

  6. Mendukung analisis data atau visualisasi, apabila penggunaan metode dan perangkatnya dijelaskan secara memadai.

Penggunaan AI sebagai alat bantu tidak menggantikan kewajiban penulis untuk memeriksa ketepatan informasi, validitas metode, dan kebenaran seluruh hasil penelitian.

3. Penggunaan AI yang Dilarang

JUMANSI tidak memperkenankan penggunaan AI untuk:

  1. Membuat atau memalsukan data responden, transaksi, laporan keuangan, hasil wawancara, atau observasi yang diklaim sebagai data empiris nyata.

  2. Menghasilkan referensi, DOI, kutipan, atau sumber ilmiah fiktif.

  3. Memanipulasi hasil pengujian statistik atau menyajikan hasil analisis yang tidak pernah dilakukan.

  4. Menghasilkan interpretasi yang menyesatkan atau menyembunyikan keterbatasan penelitian.

  5. Menggunakan materi berhak cipta atau informasi rahasia secara tidak sah.

  6. Menyembunyikan penggunaan AI yang secara material memengaruhi metode, analisis, atau substansi ilmiah.

  7. Mencantumkan AI sebagai penulis atau pihak yang bertanggung jawab atas penelitian.

Naskah yang mengandung data sintetis tetap dapat dipertimbangkan apabila penggunaan data sintetis merupakan bagian yang sah dari desain penelitian, dinyatakan secara eksplisit, dan tidak disajikan sebagai data empiris nyata.

4. Kewajiban Deklarasi Penggunaan AI

Penulis wajib mengungkapkan penggunaan AI generatif yang berkontribusi secara material terhadap penyusunan isi ilmiah, pengembangan metode, pembuatan kode analisis, pengolahan data, interpretasi hasil, atau penyusunan materi penelitian.

Deklarasi sekurang-kurangnya memuat:

  • Nama perangkat atau layanan AI yang digunakan.

  • Penyedia layanan dan versi model, apabila diketahui.

  • Tujuan serta bagian penelitian atau naskah yang dibantu AI.

  • Bentuk pemeriksaan dan verifikasi yang dilakukan penulis.

  • Pernyataan bahwa penulis bertanggung jawab penuh terhadap hasil akhir.

Penggunaan perangkat pemeriksa ejaan atau tata bahasa konvensional yang tidak memberikan kontribusi substantif tidak memerlukan deklarasi khusus. Namun, penggunaan AI generatif untuk menghasilkan atau mengubah substansi ilmiah harus diungkapkan.

5. Penggunaan AI dalam Analisis Data Penelitian

Untuk penelitian yang memanfaatkan AI atau machine learning sebagai bagian dari metode ilmiah, penulis harus menjelaskan pendekatan, sumber data, prosedur pelatihan atau analisis, metode evaluasi, serta keterbatasannya sesuai kebutuhan reproduktibilitas penelitian.

Penggunaan AI sebagai metode penelitian harus dijelaskan pada bagian metodologi. Deklarasi AI tidak dapat menggantikan pelaporan metode tersebut.

Penulis tidak diperkenankan menggunakan AI untuk menciptakan data akuntansi, laporan audit, informasi keuangan perusahaan, atau hasil survei fiktif yang kemudian dinyatakan sebagai hasil observasi sebenarnya.

6. Perlindungan Data dan Kerahasiaan

Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa penggunaan layanan AI tidak melanggar hak privasi, kerahasiaan perusahaan, perlindungan data responden, maupun hak kekayaan intelektual.

Data keuangan yang belum dipublikasikan, dokumen audit internal, identitas responden, informasi pelanggan, dan dokumen organisasi yang bersifat rahasia tidak boleh dimasukkan ke layanan AI eksternal tanpa izin serta perlindungan yang memadai.

7. Kepengarangan dan Tanggung Jawab Akademik

AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis bersama (co-author) karena tidak dapat memenuhi tanggung jawab kepengarangan, menyetujui publikasi, mengungkap konflik kepentingan, atau mempertanggungjawabkan integritas penelitian.

Seluruh penulis manusia tetap bertanggung jawab terhadap orisinalitas, akurasi, keabsahan data, keandalan referensi, dan kesimpulan artikel.

8. Pemeriksaan Editorial

Redaksi dapat meminta klarifikasi mengenai penggunaan AI apabila terdapat indikasi ketidaksesuaian antara deklarasi penulis dan isi naskah.

Penilaian tidak semata-mata didasarkan pada hasil perangkat pendeteksi AI karena perangkat tersebut memiliki keterbatasan dan dapat menghasilkan kesalahan klasifikasi.

Apabila ditemukan dugaan penyalahgunaan AI yang berdampak terhadap integritas penelitian, redaksi akan menanganinya berdasarkan kebijakan Allegations of Research Misconduct.

9. Contoh Pernyataan Deklarasi AI

Apabila menggunakan AI:

"Penulis menyatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan, yaitu [nama perangkat/model AI], telah digunakan untuk membantu [jelaskan tujuan penggunaan, misalnya penyuntingan bahasa, pengembangan kode, atau penyusunan visualisasi]. Seluruh keluaran yang dihasilkan telah diperiksa, diverifikasi, dan disesuaikan oleh penulis. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap orisinalitas, keakuratan, integritas, serta keseluruhan substansi ilmiah artikel ini."

Apabila tidak menggunakan AI generatif:

"Penulis menyatakan bahwa tidak terdapat penggunaan teknologi kecerdasan buatan generatif dalam penyusunan substansi ilmiah, analisis, interpretasi hasil, maupun penulisan naskah ini."

10. Penutup

JUMANSI mendukung pemanfaatan teknologi AI secara etis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kegiatan akademik, dengan tetap menempatkan transparansi, validitas penelitian, dan tanggung jawab manusia sebagai prinsip utama.

Kebijakan ini dapat diperbarui sesuai perkembangan teknologi, standar etika publikasi ilmiah, dan kebutuhan tata kelola jurnal.