Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Terhadap Risiko Stunting Pada Balita di Puskesmas Pintu Langit
DOI:
https://doi.org/10.47709/healthcaring.v4i2.9489Abstract
Stunting merupakan salah satu permasalah gizi yang terjadi di Indonesia. Permasalahan gizi ini terjadi pada awal kehidupan, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sosial ekonomi sering dikaitkan dengan kejadian stunting karena sosial ekonomi berkaitan dengan kemampuan untuk menyediakan makanan bergizi dan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi sosial ekonomi terhadap resiko stunting pada balita di puskesmas pintu langit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode observasional Analitik dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 25 orang ibu balita yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Korelasi spearman Rank dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value nilai p-value 0,078 (P > 0,05) dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,359 yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi sosial ekonomi dengan risiko stunting pada balita. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun secara statistik kondisi sosial ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko stunting, diperlukan perhatian terhadap faktor lain seperti pola asuh, pemenuhan gizi, dan pemanfaatan layanan kesehatan dalam upaya pencegahan stunting pada balita.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arinil Hidayah, Nursalmah Habibah , Salsabila Ramadhani Siregar , Via Nesa Mapilinda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



