Pengaruh Keterbukaan Informasi Publik dan Akuntabilitas Terhadap Kinerja Instansi pada Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.47709/jumansi.v8i2.9393Abstract
Latar belakang: Penyelenggaraan pemerintahan yang baik menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam meningkatkan kinerja instansi. Namun, pada praktiknya masih ditemukan permasalahan seperti rendahnya kualitas pelayanan, keterbatasan SDM, serta belum optimalnya keterbukaan informasi dan akuntabilitas, khususnya di tingkat kecamatan.
Metode penelitian: Studi ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif melalui metode associative-causal. Pengumpulan data dengan kuesioner skala Likert pada 88 responden memanfaatkan teknik sampling jenuh, lalu dilaksanakan analisis melalui Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) memanfaatkan SmartPLS 4.0.
Hasil penelitian: Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas yang tergolong cukup baik dengan skor rerata masing-masing 3,21 dan 3,24, serta kinerja instansi sebesar 3,22. Secara statistik, akuntabilitas berpengaruh signifikan positif bagi kinerja instansi (? = 0,387; p < 0,05), serta keterbukaan informasi publik turut berpengaruh signifikan positif (? = 0,494; p < 0,05). Model mampu menjelaskan 52,6% variasi kinerja instansi.
Kesimpulan: Keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas merupakan faktor penting yang secara signifikan meningkatkan kinerja instansi. Semakin tinggi transparansi dan pertanggungjawaban aparatur, maka semakin optimal kinerja instansi dalam memberikan pelayanan publik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurhalizah, Irawan, Tia Novira Sucipto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




