Analisis Krisis "Institutional Memory": Pengabaian Pelatihan dan Pengembangan SDM pada Transisi Twitter Menjadi X

Authors

  • Juwita Novitasari Simorangkir Universitas Negeri Medan
  • Hilma Harmen Universitas Negeri Medan
  • Rosy Nela Sinaga Universitas Negeri Medan
  • Lasmini Manik Universitas Negeri Medan
  • Nesa Einge Regina Br. Tarigan Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.47709/jumansi.v8i2.8297

Keywords:

Kata kunci: Ingatan kolektif organisasi; Manajemen perubahan; Pelatihan dan pengembangan SDM; Transfer pengetahuan; Twitter/X.

Abstract

Abstrak:

Latar belakang: Akuisisi Twitter oleh Elon Musk yang berujung pada perubahan identitas menjadi X memicu fenomena pemutusan hubungan kerja (layoff) massal yang berdampak pada hilangnya pengetahuan organisasi secara drastis. Fenomena ini mengancam keberlangsungan operasional karena hilangnya institutional memory atau ingatan kolektif yang selama ini tersimpan pada karyawan lama.

Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan tinjauan literatur dari berbagai media kredibel serta jurnal manajemen bisnis untuk menganalisis dampak transisi organisasi tersebut.

Hasil penelitian: Temuan menunjukkan bahwa pengabaian fungsi pelatihan dan pengembangan serta penghapusan prosedur transfer pengetahuan menyebabkan kerentanan operasional yang nyata pada perusahaan X. Hilangnya tenaga kerja ahli secara mendadak mengakibatkan gangguan teknis yang berulang dan penurunan nilai valuasi perusahaan akibat hilangnya aset intelektual.

Kesimpulan: Krisis institutional memory pada perusahaan X membuktikan bahwa efisiensi biaya melalui pengurangan karyawan tanpa strategi retensi pengetahuan akan merusak stabilitas organisasi jangka panjang. Perusahaan disarankan untuk tetap memprioritaskan manajemen pengetahuan dalam setiap proses transformasi besar.

Downloads

Published

2026-07-04